Kamis, 26 Desember 2013

Only You are not Here



Disclaimer : Story and plot is mine. kalau ada kesamaan cerita, alur dan judul itu hanya kebetulan. So, don't copas, don't post it in other site without my permission.


prolog!

Seoul, 2016

            Seorang pria duduk di depan piano tua berwarna hitam, terdiam cukup lama sebelum akhirnya jari-jarinya lentiknya menari di atas tus piano tua itu. Kiss the rain mengalun merdu di tangannya. Permainannya sungguh mengagumkan membuat siapa saja terkesima mendengarnya. Lelaki itu terus mengiring jari-jarinya di atas tus piano walau matanya kini terasa berat. Perlahan, cairan bening berhasil lolos dari matanya. Lelaki itu menangis. Bukankah tabuh bagi seorang lelaki untuk menangis? Tapi bagi lelaki itu mungkin tidak.
            Bahunya terguncang hebat menandakan rasa sakit yang di deritanya teramat dalam. Tangisannya semakin pecah begitu juga air matanya yang mengalir semakin deras. Tanpa menyekanya dia terus melanjutkan permainannya. Kiss the rain mengalun sedikit berbeda dari versi aslinya, versi lelaki itu lebih mendayu-dayu dan sedikit lambat. Kesedihan, kesakitan, emosi dalam setiap ketukkan nya tergambar begitu jelas. Dia berhasil memasukkan jiwanya  yang rapuh dan hampa di dalamnya, menunjukkan sisi melankolis dirinya.
            Perlahan, pengelihatannya mulai mengabur bukan karena cairan bening yang membanjiri matanya tapi karena kesadarannya yang mulai menghilang.
            Permainannya selesai begitu juga dengan dirinya. Kesadarannya menghilang. Lelaki itu menjatuhkan kepalanya di atas tus-tus piano menghasilkan suara tak beraturan yang memekakan telinga. Sebelum kesadarannya benar-benar menghilang dia sempat mendengar derap langkah terburu-buru menghampirinya, meneriakkan namanya dengan nada kekhawatiran. Dia tersenyum, tersenyum begitu damai dan mulai memejamkan matanya. 
                                                                            TBC





Tidak ada komentar:

Posting Komentar